HARKAT BUNYI ALAM MANGROVE Uploaded By admin
00:00/ 00:00

HARKAT BUNYI ALAM MANGROVE

190 Views

Wijaya, Kadek Indra (2016) HARKAT BUNYI ALAM MANGROVE. S3 thesis, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.



ABSTRAK

Aktivitas bunyi-bunyian tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan

manusia. Secara kontekstual, hal tersebut dapat diamati di sekitar wilayah

mangrove Kedonganan Bali. Bunyi-bunyian menjadi sebuah representasi

dunia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai makluk hidup dengan

segala aktivitasnya. Hutan Mangrove dengan ke-khas-an ekosistem serta

karakteristik bunyi yang ada di dalamnya merupakan bagian dari

struktur kebudayaan masyarakat Kedonganan yang telah berakar lama

dan berkembang secara dinamis. Bunyi “plak” dari capit kepiting yang

memakan akar bakau, bunyi burung yang hinggap di pohon mangrove,

bunyi ikan bluncat yang melompat-lompat di air, bunyi gesekan pohon

mangrove, bunyi kaki nelayan ketika menginjak lumpur serta air,

maupun bunyi-bunyi lain diluar konteks ruang mangrove menjadi sangat

populer di telinga masyarakat yang berdekatan langsung dengan

kawasan tersebut.

Mangrove menjadi ruang inspirasi bagi pengkarya sekaligus

berkaitan langsung dengan merespon gejala bunyi. Bagi pengkarya,

mangrove menjadi ruang tersendiri untuk memunculkan sebuah

kreativitas serta menggali nilai-nilai apa saja yang terkandung di

dalamnya. Capaian yang ingin ditularkan untuk masyarakat ialah

kesadaran tentang bunyi-bunyian karena setiap bunyi memiliki tataran

makna serta filosofis yang berkaitan langsung dengan budaya masyarakat

Kedonganan. Pengkarya ingin mengajak para apresiator untuk

membangun kepekaan secara auditif mengenai pemahaman sebuah

atmosfir bunyi di dalam menerjemahkan apa saja yang terdapat di dalam

sebuah ruang mangrove. Kesadaran tentang bunyi-bunyian yang terdapat

di hutan mangrove Kedonganan menjadi sangat penting karena audiens

harus mampu menebak pesan dari karya tersebut lewat kepekaan panca

indera terkait dengan kesunyian diantara kompleksitas bunyi-bunyian

yang membungkusnya.

Ilustrasi diatas menjadi awalan untuk berpikir tentang bagaimana

kepekaan auditif kita untuk mengamati ruang yang terdapat di beberapa

dimensi lainnya. Kompleksitas bunyi yang hadir di dalam ruang bunyi

membawa aksi dan reaksi antara alam dengan manusia. Lebih dari itu,

karya yang berjudul “Harkat Bunyi Alam Mangrove” menjadi prasyarat

bagi sebuah perayaan tentang pemaknaan bunyi. Pemaknaan sebagai

prasyarat ini menempatkan cara pandang bunyi-bunyian yang terdapat di

sekitar mangrove sebagai sebuah fokus utama dan diasumsikan

mencitrakan dimensi lain.

Kata Kunci: Mangrove, bunyi, auditif.





http://repository.isi-ska.ac.id

Published:  7 months ago

Please select playlist name from following
Please select the category that most closely reflects your concern about the video, so that we can review it and determine whether it violates our Community Guidelines or isn't appropriate for all viewers. Abusing this feature is also a violation of the Community Guidelines, so don't do it.
Comments 0
Comments Disabled For This Video